Bisnis Aset Digital Crypto, Legal di Indonesia

Transaksi Jual Beli Crypto Legal di Indonesia

Aset kripto sekarang termasuk dalam produk komoditas dan dapat diperdagangkan. Mata uang digital ( cryptocurrency ) seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litechoin dll sudah legal sebagai alat investasi.

Keberadaan mata uang digital sudah mendapatkan lampu hijau dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas ( Bappebti ) , tetapi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) tetap melarang penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran di Tanah Air. Mata uang digital ini juga bukan merupakan produk industri keuangan.

Apa Itu Cryptocurrency ?

Cryptocurrency adalah mata uang digital yang ada di dunia maya. Contoh duit kripto yang populer adalah bitcoin, ethereum, ripple, litecoin, dogecoin, mrai, dashcoin, dan sebagainya. Mau tahu harganya? Sulit memprediksi nilai mata uang kripto, karena sangat fluktuatif atau naik turun mengikuti permintaan dan penawaran. Jadi ditentukan kekuatan pasar.

Contoh Nyata :

Pada awal saat kemunculan bitcoin di tahun 2010 dibanderol Rp.451 / keping , sekarang nilainya sudah mencapai Ratusan Juta / kepingnya, naik ratusan ribu kali lipat asetnya.

Mempelajari mata uang kripto sangat menarik, apalagi sekarang Pemerintah RI telah memberikan lampu hijau dibawah payung hukum yang jelas.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Bappebti memberi kepastian hukum mengenai mata uang kripto di Tanah Air lewat empat peraturan.

Anda dapat memperdagangkan mata uang kripto  dan emas digital secara resmi di Indonesia. Tapi transaksi jual beli tersebut harus dilakukan di bursa berjangka Indonesia. Bursa berjangka adalah tempat jual beli kontrak berjangka komoditi yang harga dan penyerahannya telah disepakati. Bitcoin dan mata uang digital lain resmi dikategorikan Bappebti sebagai komoditas. Sama seperti komoditas lain yang diperdagangkan di bursa berjangka, seperti karet, kopi, tekstil, dan lainnya.

Adapun empat peraturan Bappebti antara lain :

1.Peraturan Bappebti No. 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

2.Peraturan Bappebti No. 3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.

3.Peraturan Bappebti No. 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

4.Peraturan Bappebti No. 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

“Peraturan-peraturan ini akan menjadi landasan hukum perdagangan aset kripto sebagai salah satu komoditas yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka, dan/atau kontrak derivatif lainnya yang diperdagangkan di bursa berjangka. Selain itu, juga untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui bursa berjangka.

Jelas dan Pasti , untuk itu kini adalah waktu yang tepat untuk mempelajari aset digital kripto , agar potensi dan peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Silhakan tanya apa saja seputar aset digital kripto bersama kami,